
Noemuti — KomisiKepemudaanKA.com – Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua melantik Badan Pengurus Orang Muda Katolik atau OMK Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti, Sabtu, 18 April 2026. Pelantikan berlangsung dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti, dipimpin oleh Rm. Yudel Neno, Pr, Sekretaris Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, didampingi Rm. Yanuarius Meta Uskenat, Pr, Moderator OMK Paroki Noemuti. Sebanyak 274 OMK dari 47 lingkungan dilantik sebagai bagian dari proses penataan, pendampingan, dan penguatan pelayanan kaum muda di paroki tersebut.

Pelantikan ini menjadi puncak dari proses penjaringan OMK yang telah dilakukan sejak Januari 2025. Proses itu berlangsung mulai dari tingkat lingkungan, stasi, hingga paroki, sebelum akhirnya para moderator, pendamping, pengurus, dan anggota OMK ditetapkan melalui Surat Keputusan Pastor Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti Nomor 18/PN/IV/2026 tertanggal 18 April 2026. Badan pengurus OMK yang dilantik dipilih secara demokratis.

Berpose bersama Badan Pengurus Inti Paroki
Perayaan Ekaristi berlangsung dalam suasana syukur dan penuh semangat kaum muda. Dalam pengantar Misa, Rm. Yudel Neno menegaskan pentingnya kesadaran kritis OMK di tengah percepatan dunia dan kuatnya pengaruh media sosial. Menurut dia, OMK tidak cukup hanya hadir sebagai kelompok usia muda dalam Gereja, tetapi perlu tumbuh sebagai subyek pelayanan yang sadar, aktif, dan mampu bekerja dalam semangat mitra.

Dalam homili, Rm. Yanner Uskenat mengajak OMK merefleksikan bacaan Injil Yohanes 6:16-21. Injil tersebut mengisahkan para murid yang berada di tengah danau, diterpa angin kencang dan ombak besar. Dalam situasi malam yang gelap dan penuh ketakutan, Yesus datang berjalan di atas air dan berkata, “Aku ini, jangan takut!”

Penyerahan Simbolik dari Moderator OMK Paroki Rm. Yanner Uskenat ke Ketua OMK Terlantik
Menurut Rm. Yanner, kisah itu sangat dekat dengan kehidupan orang muda. Setiap orang muda memiliki “perahu” kehidupannya masing-masing. Ada perahu studi dan masa depan, perahu relasi dan persahabatan, perahu pergumulan iman, bahkan perahu ketakutan akan kegagalan. Seperti para murid, orang muda juga kerap mengalami angin kencang berupa tekanan hidup, ombak besar berupa masalah yang datang bertubi-tubi, serta malam gelap berupa kebingungan dan ketidakpastian arah hidup.

Penyerahan Simbolik Tugas OMK dari Mantan Ketua kepada Ketua Terlantik
Rm. Yanner menegaskan, Yesus tidak pernah jauh, bahkan di tengah badai. Para murid mengira mereka sendirian, tetapi Yesus datang mendekat dengan cara yang tidak mereka sangka. Orang muda pun, kata dia, sering merasa Tuhan jauh dari hidup mereka dan tidak memahami pergumulan mereka. Padahal, Injil hari itu menegaskan bahwa Yesus justru datang saat badai paling besar.

“Masalahmu bukan tanda Tuhan meninggalkanmu. Justru bisa jadi tanda Tuhan sedang mendekat,” demikian pesan yang ditekankan dalam homili.

Ia menambahkan, Tuhan selalu on time. Karena itu, orang muda juga perlu membangun connection dengan Tuhan sendiri. Ketakutan, lanjutnya, adalah hal yang nyata dan manusiawi, tetapi tidak boleh menguasai hidup. Para murid takut, dan Yesus tidak memarahi mereka. Yesus hanya berkata, “Jangan takut.” Karena itu, iman bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan tetap percaya meskipun takut dan belum melihat jalan yang pasti.

Rm. Yanner juga mengingatkan OMK agar mampu mengenali suara Yesus di tengah kebisingan dunia. Menurut dia, orang muda sekarang hidup dalam banyak suara: media sosial, viralitas, tekanan teman sebaya, serta standar dunia tentang sukses dan kebahagiaan. Semua itu dapat membuat orang muda sulit mengenali suara Tuhan. Karena itu, ia mengajak OMK bertanya secara jujur apakah mereka masih punya waktu untuk mendengar suara Yesus atau lebih sering mendengar “ombak dunia”.

Ia kemudian mengajak OMK mengundang Yesus masuk ke dalam perahu hidup mereka. Injil mencatat, ketika para murid menerima Yesus naik ke perahu, mereka segera sampai ke tujuan. Banyak orang, kata dia, sering berpikir bahwa masalah harus selesai lebih dahulu baru kemudian mendekat kepada Tuhan. Padahal, yang benar adalah mengundang Yesus terlebih dahulu masuk ke dalam hidup, lalu membiarkan Dia menuntun sampai tujuan.
“Hidup orang muda bukan tanpa badai. Tetapi kita tidak pernah sendirian di dalamnya,” katanya.

Pastor Paroki Noemuti berpose bersama Ketua OMK Terlantik
Sebagai orang muda Katolik, OMK diajak berani menghadapi hidup dan tidak lari darinya, tetap percaya meskipun keadaan tidak pasti, serta membuka hati agar Yesus hadir dalam setiap keputusan. Bersama Yesus, perahu hidup tidak akan tenggelam, melainkan sampai pada tujuan yang Tuhan siapkan.

Ketua OMK Terlantik
Pada penghujung Ekaristi, Rm. Yanner Uskenat selaku Moderator OMK Paroki Noemuti menyampaikan sambutan singkat. Ia menegaskan pentingnya sikap on time dalam setiap kegiatan OMK maupun kegiatan paroki.

Pastor Paroki Noemuti foto bersama Romo Yudel, Rm. Yanner dan Badan Pengurus Inti OMK
Menurut dia, ketepatan waktu bukan sekadar soal disiplin teknis, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter orang muda. OMK yang ingin terlibat aktif dalam pelayanan Gereja perlu membiasakan diri hadir tepat waktu, bekerja dengan tertib, dan menghargai proses bersama.

Rm. Yanner juga menjelaskan bahwa proses penjaringan OMK telah dilakukan sejak Januari 2025. Proses tersebut dimulai dari tingkat lingkungan, stasi, hingga paroki. Setelah melalui tahapan itu, para pendamping, badan pengurus, dan anggota OMK akhirnya dianimasi dan dilantik pada hari itu.

Setelah sambutan Moderator, Rm. Yudel Neno menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti, Rm. Agustinus Berek, Pr; Moderator OMK, Rm. Yanner Uskenat; DPP-DKP; Seksi Kepemudaan Paroki; serta semua pihak yang telah bekerja sama sejak proses penjaringan hingga pelaksanaan animasi dan pelantikan. Rm. Yudel mengapresiasi kerja bersama yang telah dilakukan dengan tekun sejak Januari. Menurut dia, pelantikan bukan akhir dari kegiatan, melainkan awal dari komitmen baru OMK dalam kehidupan menggereja.
Ia juga mengingatkan bahwa OMK adalah subyek kegiatan. Karena itu, OMK tidak boleh hanya menunggu program dibuat, lalu menyerahkan seluruh pelaksanaan kepada Moderator atau Seksi Kepemudaan. Menurut Rm. Yudel, jangan sampai OMK membuat program lalu lepas tangan, seolah-olah hanya Moderator bersama Seksi Kepemudaan yang harus bekerja. OMK harus komitmen, aktif, partisipatif, koordinatif, dan bekerja dalam semangat mitra.
Menurut dia, semangat mitra penting agar OMK tidak berjalan sendiri-sendiri. Kegiatan orang muda hanya akan hidup apabila ada koordinasi, tanggung jawab, dan keterlibatan nyata dari OMK sendiri.
Pastor Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti, Rm. Agustinus Berek, Pr, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus OMK yang dilantik. Ia mendorong mereka untuk tetap bersemangat dan aktif mengambil bagian dalam pelayanan di Paroki Noemuti. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, khususnya Rm. Yudel Neno, yang telah meluangkan waktu untuk memberikan animasi, memimpin Ekaristi, dan melantik Badan Pengurus OMK Paroki Noemuti.
Rm. Agustinus berharap jumlah OMK yang dilantik pada hari itu tetap aktif, bergiat, dan tidak berhenti pada acara pelantikan. Sebagai Pastor Paroki, ia menyatakan dukungan terhadap setiap kegiatan OMK ke depan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Rm. Yanner Uskenat selaku Moderator OMK, yang bersama DPP-DKP, khususnya Seksi Kepemudaan Paroki, telah bekerja menjaring para pendamping dan OMK dari setiap lingkungan hingga akhirnya dianimasi dan dilantik.
Ketua DPP I Paroki Noemuti, Fabiano Kuftalan, juga menyatakan kesiapannya untuk mendorong dan mendukung seluruh kegiatan OMK. Ia berharap OMK terus memupuk semangat kerja sama dalam kehidupan menggereja.
Berdasarkan Surat Keputusan Pastor Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti Nomor 18/PN/IV/2026, Moderator OMK Paroki Noemuti adalah Rm. Yanuarius Meta Uskenat, Pr. Para pendamping OMK terdiri atas Fabiano Kuftalan, Kanisius Neno Sanam, Dominggus Djapa, Nobertus Yohanes Da Silva, Katharina Mutik Olo, dan Fisher Natalius Nitjano.
Adapun Pengurus Inti OMK Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti yang dilantik adalah Ketua Umum OMK Paroki, Yosafat Urbanus Haumetan; Ketua I, Yohanes Donbosco Saapan; Ketua II, Damianus Manuel; Wakil Ketua OMK Paroki, Albinus Piris; Sekretaris Umum, Oktovianus Obe; Sekretaris I, Alexander Soni; Sekretaris II, Maria Gracelda Rusae; Bendahara Umum, Alvenia Silvira Ambanu; Bendahara I, Rosalinda Pedja; dan Bendahara II, Maria Graciana Opat.
Seksi Kepemudaan Paroki, Dominggus Djapa, turut berperan dalam proses penjaringan dan persiapan pelantikan tersebut.
Pelantikan 274 OMK dari 47 lingkungan ini menjadi tanda dimulainya babak baru pelayanan kaum muda di Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti. Dari altar Ekaristi, pesan yang mengemuka jelas: orang muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam Gereja. Mereka dipanggil menjadi pelaku, mitra, dan penggerak pelayanan.