
Nenuk, 23 April 2026 — KomisiKepemudaanKA.com – Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua menggelar Kegiatan Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Identity Identified di Aula Dominikus, Nenuk, Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini dihadiri 120 peserta yang terdiri dari para moderator OMK—Romo, Pater, dan Frater—pengurus Seksi Kepemudaan Paroki, serta utusan Orang Muda Katolik (OMK) dari setiap paroki. Bimbingan teknis ini dilaksanakan untuk memperkenalkan penggunaan aplikasi sekaligus memperkuat arah pelayanan OMK yang berakar pada Kitab Suci.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, Rm. Yoris Giri, Pr.

Rm. Yoris Giri (Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua) dan Rm. Kristi (Sekretaris Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia
Sesudah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Sapa OMK dan sosialisasi hikmah serta penggunaan teknis Aplikasi Identity Identified yang dibawakan oleh Rm. Kristi, Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI. Dalam paparannya, Rm. Kristi menegaskan bahwa OMK perlu menjadikan Kitab Suci sebagai dasar pergerakan, landasan refleksi, serta sumber untuk menemukan makna dan solusi atas berbagai persoalan hidup. Penekanan ini memberi arah jelas bahwa aplikasi tersebut tidak hanya berfungsi secara teknis, melainkan juga sebagai sarana pendampingan iman kaum muda. Antusiasme peserta tampak kuat sepanjang sesi berlangsung.

Materi berikutnya disampaikan oleh Rm. Yoris Giri, Pr, yang mengajak OMK membangun persahabatan dan persaudaraan yang bertumpu pada nilai-nilai kristiani. Dalam penyampaiannya, ia mengurai pelbagai hambatan, tantangan, peluang, dan harapan yang dihadapi OMK dalam kehidupan menggereja dewasa ini. Arah pembinaan itu menegaskan bahwa kaum muda tidak cukup hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi juga dipanggil menjadi subyek pastoral yang bertumbuh dalam iman dan solidaritas. Karena itu, penguatan relasi dan semangat persaudaraan menjadi bagian penting dalam perjalanan pelayanan OMK.

Usai sesi materi, kegiatan berlanjut pada tahap internalisasi dan pengendapan dalam kelompok-kelompok kecil. Para peserta dibagi ke dalam lima kelompok untuk berbagi pengalaman dan mendalami pertanyaan-pertanyaan penuntun yang telah disiapkan. Dalam suasana dialogis, para peserta diberi ruang untuk merefleksikan realitas hidup, kegelisahan, tantangan, dan harapan mereka sebagai OMK. Proses ini menjadi bagian penting agar materi yang diterima tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan sungguh menyentuh pengalaman konkret peserta.

Atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan hari pertama ini, Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua menyampaikan terima kasih kepada Rm. Kristi selaku Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI, kepada Komsos Keuskupan Atambua, Direktur Emaus beserta seluruh kru yang telah mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, kepada staf Puspas yang turut berpartisipasi, serta kepada semua pihak yang telah mendukung jalannya kegiatan. Ucapan terima kasih tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja bersama yang memungkinkan kegiatan berlangsung tertib, hangat, dan bermakna.

Bimbingan teknis ini menjadi salah satu langkah nyata Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua dalam memperlengkapi OMK dengan sarana pastoral yang relevan, sekaligus meneguhkan orientasi pembinaan yang berpusat pada Sabda Tuhan. Melalui penggunaan Aplikasi Identity Identified, OMK diharapkan semakin mampu membaca pengalaman hidup dalam terang Kitab Suci, membangun persaudaraan, dan melangkah bersama Gereja dalam semangat iman yang lebih dewasa.

Tim Komsos Komkep
Editor: Rm. Yudel Neno, Pr