
Atambua, KomisiKepemudaanKA.com — Kegiatan Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Identity Identified memasuki hari kedua, Jumat, 24 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 April 2026, ini diikuti 120 peserta yang terdiri dari para Moderator OMK, Pengurus Seksi Kepemudaan Paroki, serta utusan OMK dari paroki-paroki se-Keuskupan Atambua.

Pada hari kedua, peserta mengikuti bimbingan teknis penggunaan Aplikasi Identity Identified berbasis Kitab Suci Digital. Sesi ini dibawakan oleh Rm. Yudel Neno, Pr, selaku PIC Aplikasi Identity Identified Keuskupan Atambua. Para romo dan frater yang hadir turut mengikuti kegiatan dengan antusias.

Rm. Yoris Giri (Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua) dan Rm. Kristi (Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI)
Sebelumnya, pada hari pertama (Kamis, 23 April 2026), peserta telah menerima materi dari Rm. Kristi, Sekretaris Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia, dan Rm. Yoris Giri, Pr, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua. Keduanya memberi penegasan mengenai identitas OMK, arah pastoral kaum muda, serta manfaat penggunaan aplikasi tersebut dalam pendampingan OMK.

Hari kedua kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi bersama di Kapela TOR Lo’o Damian. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Bob Ndun, Moderator OMK Paroki Santa Maria Fatima Betun.

Di tengah proses bimbingan teknis, Komisi Kepemudaan menyiapkan waktu dan ruang khusus bagi OMK untuk sharing dan pleno.

Para peserta dibagi ke dalam lima kelompok. Setiap kelompok didampingi para Moderator OMK dan Pengurus Seksi Kepemudaan Paroki.

Dalam sharing dan dua kali pleno yang berlangsung hari ini, peserta membicarakan banyak hal mengenai OMK dan kiprahnya dalam Gereja.

Mereka juga mendalami cara membangun kerja sama yang lebih baik dengan otoritas pastoral, terutama dalam mengembangkan kegiatan OMK di tingkat basis.

Para Moderator OMK juga membentuk kelompok-kelompok kecil untuk membicarakan strategi pendampingan yang relevan bagi OMK.

Diskusi ini diarahkan untuk menemukan pola pendampingan yang lebih kontekstual, dekat dengan pengalaman kaum muda, dan mampu menjawab kebutuhan mereka dalam kehidupan menggereja.

Dalam pendalaman pertanyaan penuntun, Rm. Yoris Giri, Pr, menegaskan pentingnya kesadaran untuk berani mengungkapkan apa yang dialami. Menurutnya, OMK perlu diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman, kegelisahan, harapan, dan pergulatan mereka secara jujur.

Di tengah proses berlangsung, muncul pula usulan agar sharing offline dilakukan secara konsisten. Selain itu, peserta mengusulkan adanya sebaran kuesioner agar dapat menjangkau rekan-rekan OMK lain yang belum berpartisipasi dalam kegiatan ini. Usulan tersebut dinilai penting karena peserta yang hadir merupakan utusan dari paroki-paroki.

Kegiatan ini dipandang sangat berguna bagi OMK, terutama dalam kiprah tanding mereka di tengah derasnya hoaks yang dapat mengaburkan identitas kaum muda Katolik. Melalui aplikasi berbasis Kitab Suci Digital ini, OMK diharapkan semakin mampu menemukan dasar iman, arah gerak, serta jawaban atas berbagai persoalan hidup dalam terang Sabda Allah.

Hasil pleno peserta kemudian dirumuskan sebagai dokumentasi akademik. Rumusan tersebut diharapkan menjadi bahan refleksi, evaluasi, dan tindak lanjut dalam pendampingan OMK di Keuskupan Atambua.

Di penghujung kegiatan, Rm. Yoris Giri, Pr, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, menyampaikan informasi tentang NYD dan IYD kepada peserta. Dirinya juga terima kasih kepada para Pastor Paroki se-Keuskupan Atambua yang telah mengutus peserta bersama para Moderator OMK dan Pengurus Seksi Kepemudaan tingkat paroki.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pater Vikjen Keuskupan Atambua yang telah mengutus staf Puspas untuk membantu kelancaran kegiatan, antara lain Pak Ari Hane, Ibu Yustina Muti, dan Ibu Kresensiana Nesi. Rm. Yoris juga menyampaikan terima kasih kepada Rm. Edo, Direktur Emaus, yang telah mempersiapkan kegiatan bersama Rm. Eman Siki, Rm. Sonny Akoit, serta seluruh karyawan-karyawati Emaus.
Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua juga menyampaikan apresiasi kepada Komsos Keuskupan Atambua yang telah membantu publikasi kegiatan. Terima kasih disampaikan pula kepada Rm. Kristi, Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI, yang di tengah kesibukannya meluangkan waktu untuk menyapa OMK Keuskupan Atambua sekaligus memberi insight tentang identitas OMK dan manfaat penggunaan Aplikasi Identity Identified.
Selain itu, apresiasi diberikan kepada para pendamping senior OMK yang selalu hadir, para Moderator OMK, Pengurus Seksi Kepemudaan Paroki, serta seluruh rekan-rekan OMK Keuskupan Atambua yang menjadi utusan dalam kegiatan ini.
Pada bagian akhir, peserta diarahkan untuk melakukan evaluasi atas kegiatan dua hari melalui tautan yang telah disiapkan oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua dan dibagikan kepada peserta.
Melalui kegiatan ini, OMK Keuskupan Atambua diharapkan tetap militan dan kontinu dalam kegiatan-kegiatan Gereja, mulai dari tingkat KUB, lingkungan, stasi, paroki, dekenat, hingga keuskupan.
Penulis: Tim Komsos Komkep KA
Editor: Rm. Yudel Neno, Pr