Senin, 11 Mei 2026
Terbit : Sel, 05 Mei 2026

HARDIKNAS 2026: OMK PSMB Menyalakan Pelita Pendidikan

Oleh : RD. Yudel Neno Galeri Kegiatan OMK / Kegiatan Paroki

BIUDUKFOHOKomisiKepemudaanKA.com – Orang Muda Katolik Paroki St. Mikhael Biudukfoho atau OMK PSMB memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026 dengan menggelar aksi kepedulian pendidikan di SDN Nombe, Biudukfoho, Sabtu, 2 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, OMK PSMB membagikan buku, bolpoin, dan seragam sekolah kepada anak-anak SDN Nombe. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pendidikan anak-anak di wilayah perbatasan sekaligus wujud tanggung jawab sosial orang muda Katolik di tengah masyarakat.

Kegiatan berlangsung sederhana. Tidak ada seremoni besar atau penyambutan formal. Acara dimulai dengan doa, menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, sapaan awal dari Moderator OMK PSMB, perkenalan diri para peserta, pembacaan puisi oleh moderator, serta pembagian perlengkapan sekolah kepada anak-anak.

Aksi ini menjadi bagian dari cara OMK PSMB memaknai Hari Pendidikan Nasional. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai urusan sekolah atau ruang kelas, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama untuk membuka harapan dan masa depan anak-anak.

Pastor Paroki St. Mikhael Biudukfoho, Rm. Yakobus Nabu, Pr, menyampaikan bahwa pendidikan memiliki makna yang lebih luas daripada kegiatan belajar di dalam kelas.

“Pendidikan bukan sebatas ruang kelas. Pendidikan lebih luas dan lebih besar. Ia menjangkau siapa saja yang percaya bahwa anak-anak punya masa depan,” kata Rm. Yakobus.

Menurut OMK PSMB, keterlibatan orang muda Katolik dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari iman yang diwujudkan dalam tindakan sosial. Kegiatan gerejani, menurut mereka, tidak berhenti pada perayaan liturgis, tetapi mesti berbuah dalam kepedulian terhadap sesama.

Dalam kegiatan itu, buku, bolpoin, dan seragam sekolah menjadi simbol dukungan bagi anak-anak. Buku diberikan sebagai ruang baru untuk menulis cerita dan harapan. Bolpoin dipandang sebagai sarana kecil untuk menuliskan masa depan. Sementara seragam sekolah diberikan agar anak-anak tetap merasa layak dan percaya diri dalam mengikuti pendidikan.

Kegiatan ini lahir dari inisiatif bersama OMK PSMB. Tidak ada sponsor besar yang menopang aksi tersebut. Para anggota OMK memberi dari apa yang mereka miliki sebagai bentuk solidaritas terhadap anak-anak yang membutuhkan.

Salah seorang anggota OMK PSMB, Ensy Ki, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan bukan karena mereka memiliki kelebihan, tetapi karena mereka memahami pengalaman serupa yang pernah dialami anak-anak.

“Kami kasih bukan karena kami memiliki lebih, tapi kami juga dulu alami yang begini. Intinya kami kasih dari hati,” ujar Ensy.

Setelah pembagian buku, bolpoin, dan seragam, anak-anak diajak menuliskan harapan mereka. Sebagian anak menuliskan cita-cita menjadi guru, polisi, tentara, perawat, dokter, dan profesi lainnya.

Ada pula anak yang menuliskan harapan agar sekolah mereka mendapat tambahan ruang kelas baru. Anak lainnya menulis harapan sederhana agar tidak lagi alpa dari sekolah.

Bagi OMK PSMB, harapan-harapan anak-anak itu menunjukkan bahwa pendidikan tetap menjadi jalan penting untuk membangun masa depan, terutama bagi anak-anak yang hidup dalam keterbatasan.

Kegiatan peringatan Hardiknas tersebut ditutup dengan foto bersama dan makan sederhana. Anak-anak dan OMK menikmati pisang rebus, pisang goreng, ubi rebus, serta teh hangat.

Melalui kegiatan ini, OMK PSMB menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak hanya dirayakan dengan upacara atau pidato, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan kecil yang memberi harapan bagi anak-anak.

Penulis: Pastor Ell, Pr
Editor: Yudel Neno

Facebook Comments Box

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua
Kantor pusat Keuskupan Atambua beralamat di Emaus, Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur 85752. Lokasi ini juga merupakan tempat kediaman Uskup Atambua.