Senin, 11 Mei 2026
Terbit : Sel, 05 Mei 2026

OMK Paroki Katedral Atambua Didorong Berani Berwirausaha

Oleh : RD. Yudel Neno Galeri Kegiatan OMK
OMK Paroki Katedral Atambua Didorong Berani Berwirausaha

ATAMBUAKomisiKepemudaanKA.com – Paroki Katedral Santa Maria Immaculata Atambua menggelar kegiatan pembinaan kewirausahaan bagi Orang Muda Katolik atau OMK di Aula Balai Nazareth Lantai II, Atambua, Senin, 4 Mei 2026.

Kegiatan yang menjadi salah satu program fokus Paroki Katedral Atambua itu diikuti 45 peserta. Mereka terdiri dari tiga utusan dari setiap lingkungan serta pengurus inti OMK Paroki Katedral Atambua.

Kegiatan ini didampingi Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Atambua atau KPSE KA, Rm. Edo Oeleu, Deputi Pemberdayaan CUKS, Kristoforus Eduk, serta pengurus Seksi Kepemudaan Paroki Katedral Atambua.

Melalui kegiatan ini, orang muda Katolik diajak memahami pentingnya pengelolaan ekonomi secara efektif dan berdaya guna. Mereka juga didorong untuk mulai melihat peluang usaha dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kewirausahaan.

Acara dipandu oleh Fr. Remi Taek sebagai protokol. Pada awal kegiatan, Ketua Seksi Kepemudaan Paroki Katedral Atambua, Pius Seran, S.Pd, menyampaikan sambutan pembuka. Ia mengajak para peserta untuk mengikuti kegiatan secara serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.

Setelah itu, Rm. Edo Oeleu membuka sesi dengan animasi ringan. Animasi tersebut diberikan untuk membangun konsentrasi peserta agar lebih fokus mengikuti kegiatan. Suasana berlangsung cair dan penuh semangat, terlihat dari respons peserta yang aktif serta antusias dalam mengikuti dinamika awal.

Sebagai pemateri pertama, Rm. Edo mengajak orang muda Katolik untuk tidak terlena dalam kehidupan orang muda yang hanya berorientasi pada kesenangan tanpa arah. Ia menekankan pentingnya orang muda memiliki aktivitas produktif dan menghasilkan.

Rm. Edo juga mengingatkan peserta agar tidak berhenti pada teori. Menurut dia, gagasan dan pengetahuan harus diwujudkan dalam kerja nyata agar memberi dampak yang jelas.

Dalam sesi tersebut, Rm. Edo membagikan pengalaman praktis terkait usaha yang pernah dibangunnya, antara lain barbershop dan kios kecil di EPC. Ia juga menyampaikan sejumlah tips bagi peserta yang hendak memulai usaha.

Salah satu hal yang ditekankan ialah pentingnya membaca kebutuhan pasar. Dalam membangun usaha, orang muda tidak cukup hanya menyediakan barang sesuai keinginan pribadi, tetapi perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan pembeli.

Materi berikutnya dibawakan Deputi Pemberdayaan CUKS, Kristoforus Eduk. Ia memperkenalkan Business Model Canvas atau BMC sebagai salah satu model sederhana dalam merancang usaha.

Menurut Kristoforus, BMC membantu wirausaha memiliki peta usaha yang lebih jelas. Dengan demikian, usaha yang dibangun tidak berjalan asal-asalan, tetapi memiliki arah, rancangan, dan perhitungan yang lebih baik.

Ia juga menekankan bahwa menjadi wirausaha tidak selalu harus dimulai dengan kepintaran tinggi atau modal besar. Hal penting yang perlu dimiliki ialah kejujuran, komitmen, dan sikap optimistis terhadap usaha yang sedang dibangun.

Di sela-sela pemaparan materi, peserta yang sudah memiliki pengalaman usaha diberi kesempatan untuk berbagi. Sesi berbagi ini dimaksudkan agar peserta lain mulai termotivasi memikirkan jenis usaha yang dapat dikembangkan ke depan.

Salah satu peserta dari Lingkungan Ratu Rosari Tenukiik, Man Dari, membagikan pengalaman tentang tips membuka usaha serta sejumlah kendala dan risiko yang mungkin dihadapi seorang wirausaha. Ia menekankan pentingnya menghilangkan rasa gengsi ketika seseorang hendak memulai usaha.

Peserta lainnya, Aldo Seran, menambahkan bahwa membangun usaha juga membutuhkan jaringan dan koneksi dengan orang-orang sekitar. Selain itu, pelaku usaha perlu mampu membaca peluang serta kebutuhan masyarakat di lingkungannya.

Setelah menerima materi, peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Mereka diberi pertanyaan penuntun untuk merancang jenis usaha yang ingin dikembangkan.

Dalam dinamika kelompok tersebut, peserta mulai menyusun gambaran usaha yang dinilai memungkinkan untuk dijalankan. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil rancangan mereka di hadapan peserta lain.

Kegiatan yang berlangsung satu hari itu ditutup dengan penegasan dari Moderator OMK Paroki Katedral Atambua, Rm. Rius Tallo, Pr. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian paroki terhadap orang muda Katolik.

Menurut Rm. Rius, OMK perlu mempersiapkan diri sejak sekarang agar mampu menghadapi kompetisi dunia usaha pada masa mendatang. Ia berharap peserta dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada untuk melihat serta mengembangkan peluang wirausaha.

Rm. Rius juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua KPSE KA dan Deputi Pemberdayaan CUKS yang telah membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada OMK Paroki Katedral Atambua.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada tataran teori, tetapi sungguh diwujudkan dalam langkah konkret orang muda Katolik untuk mulai berwirausaha sejak sekarang.

Penulis: Septiano Asa
Editor: Yudel Neno

Facebook Comments Box

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua
Kantor pusat Keuskupan Atambua beralamat di Emaus, Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur 85752. Lokasi ini juga merupakan tempat kediaman Uskup Atambua.