
Mena, KomisiKepemudaanKA.com — Sekretaris Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia, Rm. Frans Kristi, Pr, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan Perayaan Hati Kudus Yesus atau HKY sebagai Pelindung Dekenat Mena. Secara khusus, ia mengapresiasi ruang yang diberikan kepada Orang Muda Katolik dari paroki-paroki se-Dekenat Mena untuk terlibat dalam berbagai pertandingan dan perlombaan yang akan digelar dalam rangkaian perayaan iman tersebut.
Rm. Kristi menilai, keterlibatan OMK dalam event bola voli putra-putri, lomba menyanyikan Mazmur, lomba Cerdas-Cermat Rohani bagi anak-anak kategori SMP, serta lomba narasi tentang dinamika dan kiprah OMK dalam pastoral orang muda merupakan langkah pastoral yang sangat positif. Baginya, kegiatan-kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tambahan dalam perayaan, melainkan menjadi ruang pembinaan, ekspresi, perjumpaan, dan peneguhan identitas orang muda dalam Gereja.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada panitia perayaan HKY dan para Romo di Dekenat Mena, terutama Deken Dekenat Mena, Rm. Yohanes Seran Nahak, Pr, yang telah memberi ruang bagi OMK untuk mengekspresikan minat, bakat, kreativitas, pengetahuan iman, dan potensi mereka.
“Ini sebuah langkah pastoral yang baik. Orang muda tidak hanya diajak hadir, tetapi diberi ruang untuk bergerak, bertanding, bernyanyi, bernarasi, belajar, dan menampilkan dinamika hidup mereka sebagai bagian dari Gereja,” ungkapnya.
Menurut Rm. Kristi, perlombaan Cerdas-Cermat Rohani yang dibaktikan kepada anak-anak kategori SMP juga menjadi bentuk nyata pemberian ruang bagi OMK. Ia mengingatkan bahwa dalam kategori pastoral orang muda, mereka yang berusia sejak 13 tahun ke atas sudah termasuk dalam kategori OMK jenjang SMP. Karena itu, pelibatan anak-anak SMP dalam kegiatan rohani seperti Cerdas-Cermat Rohani merupakan langkah penting untuk memperkenalkan mereka sejak dini pada kehidupan menggereja, pendalaman iman, serta semangat partisipasi dalam komunitas orang muda Katolik.
“Anak-anak SMP yang berusia 13 tahun ke atas sudah masuk dalam kategori OMK. Maka, ketika mereka diberi ruang untuk mengikuti Cerdas-Cermat Rohani, sesungguhnya Gereja sedang membuka jalan bagi mereka untuk bertumbuh sebagai orang muda Katolik yang mengenal iman, mencintai Gereja, dan berani terlibat,” ujarnya.
Menurut Rm. Kristi, apa yang dilakukan dalam Perayaan HKY di Dekenat Mena sejalan dengan semangat Paus Fransiskus dalam Seruan Apostolik Christus Vivit. Dalam artikel 210, Paus Fransiskus menegaskan bahwa orang muda sendiri memiliki kemampuan untuk menemukan cara-cara menarik dalam berkumpul, menyelenggarakan event, pertandingan olahraga, lagu, video, media sosial, dan berbagai bentuk pewartaan kreatif lainnya. Dalam artikel 226, Paus Fransiskus juga menekankan pentingnya seni dan musik sebagai bahasa yang dekat dengan dunia orang muda. Sementara itu, artikel 227 menegaskan bahwa Gereja tidak boleh meremehkan potensi olahraga sebagai sarana pendidikan dan pembentukan. Artikel 229 juga mengingatkan bahwa seluruh pastoral orang muda tetap perlu mengantar mereka kepada Sabda Tuhan, Ekaristi, dan sumber-sumber rohani Gereja yang tidak pernah usang.
Karena itu, Rm. Kristi mendorong OMK se-Dekenat Mena untuk berpartisipasi secara aktif, kreatif, dan partisipatif dalam seluruh rangkaian kegiatan HKY. Ia menegaskan bahwa Gereja membutuhkan energi, gagasan, bakat, pengetahuan iman, intuisi, dan keberanian orang muda untuk terus menghadirkan wajah Gereja yang hidup, gembira, dan misioner.
“OMK harus berani mengambil bagian. Potensi orang muda adalah anugerah bagi Gereja. Ketika diberi ruang yang tepat, orang muda dapat menjadi pelaku pastoral, pewarta sukacita Injil, dan penggerak kehidupan menggereja,” katanya.
Ia juga mengapresiasi secara khusus perlombaan narasi tentang dinamika hidup OMK. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai formasi yang mendalam karena mengajak orang muda untuk merefleksikan pengalaman, pergulatan, harapan, tantangan, dan kiprah mereka dalam kehidupan Gereja. Perlombaan narasi seperti ini dinilainya sejalan dengan semangat pembinaan orang muda dalam Aplikasi Berbasis Kitab Suci bagi Orang Muda, yakni Identity Identified, yang membantu OMK mengenali identitas diri, panggilan, relasi, iman, dan tanggung jawab mereka sebagai murid Kristus.
Sebagai Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI, Rm. Kristi juga mengajak semua pihak—para pastor, pendamping OMK, panitia, tokoh umat, keluarga, dan komunitas basis—untuk terus mendukung OMK dengan cara memberi kepercayaan dan ruang berekspresi. Menurutnya, pastoral orang muda tidak cukup hanya berbentuk nasihat, tetapi juga harus diwujudkan dalam ruang konkret tempat orang muda dapat mengalami, belajar, bertumbuh, dan berbuah.
Perayaan Hati Kudus Yesus sebagai Pelindung Dekenat Mena, yang melibatkan paroki-paroki se-Dekenat Mena, diharapkan menjadi momentum iman yang tidak hanya mempererat persaudaraan umat, tetapi juga meneguhkan peran OMK sebagai bagian penting dalam denyut pastoral Gereja lokal. Melalui pertandingan, perlombaan, seni, olahraga, narasi iman, Cerdas-Cermat Rohani, dan Ekaristi, OMK diajak untuk menemukan bahwa Gereja adalah rumah yang memberi ruang, mendengarkan, mendampingi, dan mengutus mereka, tutup Rm. Kristi.
oleh Yudel Neno