NAEKAKE, KomisiKepemudaanKA-Com — Sebanyak 43 anggota Orang Muda Katolik atau OMK St. Yohanes Paulus II Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Eban mengunjungi OMK Paroki Naekake pada Sabtu, 25 April 2026, sekitar pukul 19.00 WITA. Kunjungan yang berlangsung di Paroki Naekake itu bertujuan mempererat persaudaraan orang muda Katolik lintas paroki, sekaligus mempersiapkan koor bersama untuk perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV atau Minggu Panggilan Sedunia.

Rombongan OMK Eban hadir bersama pembina, Kapolsek Miomaffo Barat, dan pendamping Redem Salu. Mereka disambut hangat oleh OMK Paroki Naekake dengan ucapan selamat datang, pengalungan, serta penyuguhan sirih pinang sebagai tanda penerimaan menurut adat Timor.

Meski suasana malam itu diliputi kabut dan hujan yang dingin, perjumpaan berlangsung akrab. Kehangatan persaudaraan tampak dalam penerimaan OMK Naekake terhadap rombongan OMK Eban yang datang sebagai saudara seiman.

Pastor Paroki Naekake, Rm. Elfridus Talan, Pr., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Ia mengatakan, kunjungan OMK Eban ke OMK Naekake merupakan perjumpaan pertama yang penting untuk membangun persaudaraan orang muda Katolik.
“Ini pertama kali OMK Eban mengunjungi OMK Naekake. Kita ini saudara dan saudari. Karena itu, mari saling mengenal satu sama lain,” kata Rm. Fridus dalam sambutannya.
Setelah acara penerimaan, kegiatan dilanjutkan dengan santap ringan bersama yang disiapkan oleh OMK Paroki Naekake. Usai beristirahat sejenak, para anggota OMK mengikuti gladi koor bersama di dalam gereja sebagai persiapan perayaan Ekaristi pada keesokan harinya.
Pada Minggu, 26 April 2026, perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV dimulai pukul 08.00 WITA. Misa dipimpin oleh Rm. Elfridus Nahak Seran, Pr., Moderator OMK Paroki Naekake.
Dalam khotbahnya yang bertema “Mendengar dan Mengikuti Seorang Gembala”, Rm. Elfridus mengajak umat, khususnya orang muda, untuk mengenal suara Kristus sebagai Gembala yang baik. Menurut dia, seorang gembala harus berjalan di depan, bukan di belakang domba-dombanya.
Ia juga menegaskan pentingnya pengenalan diri dalam hidup beriman. Setiap orang, katanya, perlu mengenal dirinya agar mampu mengikuti panggilan Tuhan dengan setia dan bertanggung jawab.
“Kita masing-masing harus mengenal diri. Kita juga berdoa supaya semakin banyak panggilan tumbuh dari Paroki Naekake ini,” ujarnya.
Perayaan Ekaristi tersebut dimeriahkan oleh koor OMK Eban. Meski cuaca kurang mendukung, para anggota koor tetap bernyanyi dengan penuh semangat dan khidmat.
Sebelum berkat perutusan, Sekretaris Paroki Naekake, Ferdinandus Tob, membacakan pengumuman gereja. Setelah itu, perwakilan OMK Eban menyampaikan sambutan yang diwakili oleh pembina dari Polsek Miomaffo Barat.
Dalam sambutannya, ia mengajak orang muda yang belum bergabung dalam OMK untuk mulai terlibat aktif. Masa muda, katanya, perlu diisi dengan kegiatan positif karena orang muda adalah harapan Gereja dan bangsa.
“Gunakanlah masa muda dengan baik. Bergaullah secara positif, saling mengenal, dan saling menguatkan,” pesannya.
Ia juga menambahkan bahwa Minggu Panggilan menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kasih dan kepedulian. Orang muda diajak untuk mengasihi siapa saja, terutama mereka yang membutuhkan bantuan dan pelayanan.
Pada kesempatan yang sama, Rm. Elfridus Nahak Seran, Pr., menyampaikan terima kasih kepada OMK Eban atas kunjungan dan kebersamaan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penerimaan masih terdapat kekurangan.
Sebagai ungkapan persaudaraan, umat dan seluruh anggota OMK kemudian diundang untuk mengikuti makan bersama setelah perayaan Misa kedua di Kapela Noelelo dan Oelbinose.
Selain kunjungan OMK Eban, pada hari yang sama Paroki Naekake juga melaksanakan pelantikan lektor di Kapela St. Bernardus Aplal, Stasi Aplal. Sebanyak 31 utusan dari lingkungan-lingkungan dikukuhkan sebagai lektor atau pewarta Sabda Allah.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Naekake, Rm. Elfridus Talan, Pr. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa para lektor diutus untuk mewartakan Sabda Allah di tengah umat, baik dalam lingkungan, kelompok umat basis, maupun keluarga.
Menurut Rm. Fridus, tugas mewartakan Sabda Allah tidak dibatasi waktu. Para lektor diharapkan selalu siap melayani umat melalui pewartaan yang hidup, setia, dan bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan ini menjadi tanda hidupnya dinamika pastoral di Paroki Naekake. Kunjungan OMK Eban dan pelantikan lektor diharapkan semakin memperkuat semangat pelayanan, persaudaraan, dan panggilan umat di tengah Gereja.
Penulis: Ferdinandus Tob
Editor: Rm. Yudel Neno