Jumat, 17 April 2026
Terbit : Rab, 15 April 2026

Pelayan Sabda dan Pelayan Altar Biudukfoho Mengikuti Pembekalan dan Meneguhkan Mutu Pelayanan Liturgi

Oleh : RD. Yudel Neno Berita / Galeri Kegiatan OMK
Pelayan Sabda dan Pelayan Altar Biudukfoho Mengikuti Pembekalan dan Meneguhkan Mutu Pelayanan Liturgi

BiudukfohoKomisiKepemudaanKA.com – Sebanyak 27 Pelayan Sabda yang terdiri atas lektor/lektris dan pemazmur serta 25 Pelayan Altar mengikuti kegiatan pembekalan selama tiga hari di Paroki St. Mikhael Biudukfoho, mulai Selasa, 14 April 2026 hingga Kamis, 16 April 2026. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki, Rm. Yakobus Nabu, Pr, itu bertujuan membentuk para pelayan liturgi yang semakin siap secara rohani, liturgis, dan teknis dalam tugas peribadatan Gereja.

Para peserta Misdinar Paroki St. Mikhael Biudukfoho, setelah pembekalan (Foto: Uny Ki)

Pembekalan ini menjadi bagian dari program pastoral rutin paroki untuk menyiapkan para pelayan liturgi yang tidak hanya mampu menjalankan tugas secara teknis, tetapi juga memahami makna pelayanan sebagai panggilan iman. Para peserta merupakan utusan dari setiap lingkungan di Paroki St. Mikhael Biudukfoho.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan lagu Vos Amici Mei Estis, lalu dibuka secara resmi oleh Rm. Yakobus Nabu, Pr. Dalam sapaan pembuka, Pastor Paroki menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang tetap menyediakan hati dan waktu untuk menjawab panggilan pelayanan di tengah berbagai kesibukan hidup.

Romo Jack Nabu – Pastor Paroki Biudukfoho saat misa pembukaan kegiatan

“Terima kasih kepada anda kalian. Bahwa dalam segala kesibukan dan hiruk pikuk dunia, hati dan telingamu masih mau dan mampu mendengar suara kecil dari gereja. Mari kita mulai,” ujar Romo Jek.

Materi pembekalan disampaikan oleh Pastor Pembantu, Pastor Ell Bani, Pr, yang menguraikan tugas, tanggung jawab, dan spiritualitas Pelayan Sabda serta Pelayan Altar. Materi disajikan secara ringan dan mudah dipahami, dengan bersumber dari Kitab Suci dan sejumlah dokumen Gereja, antara lain Sacrosanctum Concilium (1963), Dei Verbum (1965), Institutio Generalis Missalis Romani (IGMR), Lectionary for Mass, dan Redemptionis Sacramentum (2004).

Bersama Lektor dan Pemazmur Paroki St. Mikhael Biudukfoho setelah pembekalan (Foto: Uny Ki)

Dalam pemaparannya, Pastor Ell menegaskan bahwa pelayanan liturgi bukan sekadar pelaksanaan tugas, melainkan jawaban atas panggilan Gereja. Karena itu, para pelayan sabda dituntut memiliki kejelasan artikulasi, pemahaman atas teks yang dibacakan, serta kemampuan menghadirkan suasana doa melalui pelayanan yang tertib dan penuh penghayatan.

“Ini bukan sekadar tugas yang dipercayakan, melainkan satu panggilan. Kita dipanggil untuk tugas mewartakan dan melayani,” tegasnya.

Kepada para misdinar, Pastor Ell juga menekankan bahwa liturgi adalah karya Kristus, sebagaimana ditegaskan dalam Sacrosanctum Concilium artikel 7, sehingga setiap pelayan altar harus melaksanakan tugas dengan iman, hormat, dan kekhidmatan. Spiritualitas misdinar, katanya, perlu bertumpu pada dimensi Kristosentris, Ekaristis, dan Eklesial.

Selama tiga hari, kegiatan ini disusun dalam tahapan yang terarah. Pada Selasa, 14 April 2026, peserta menerima pembekalan materi. Pada Rabu, 15 April 2026, kegiatan dilanjutkan dengan praktik liturgi dasar. Selanjutnya, pada Kamis, 16 April 2026, kegiatan ditutup dengan Misa Pengukuhan dan Adorasi Sakramen Mahakudus.

Selain pembekalan materi dan praktik, kegiatan ini juga diakhiri dengan pemilihan pengurus serta pembentukan kelompok pelayanan yang akan mulai bertugas setelah pengukuhan. Langkah ini menunjukkan bahwa pembekalan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi diarahkan pada kesiapan konkret untuk terlibat aktif dalam kehidupan liturgi paroki.

Melalui kegiatan ini, Paroki St. Mikhael Biudukfoho menegaskan bahwa mutu liturgi Gereja sangat ditopang oleh kesiapan para pelayannya. Karena itu, pembinaan yang teratur menjadi penting agar setiap pelayan sabda dan pelayan altar sungguh menjalankan tugasnya dengan iman, pemahaman, dan sikap hormat yang pantas di hadapan misteri suci yang dirayakan Gereja.

Oleh: Pastor Ell Bani, Pr
Editor: Yudel Neno

Facebook Comments Box

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua
Kantor pusat Keuskupan Atambua beralamat di Emaus, Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur 85752. Lokasi ini juga merupakan tempat kediaman Uskup Atambua.