
MAUMERE — KomisiKepemudaanKA.com – Keuskupan Labuan Bajo resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Nusra Youth Day IV tahun 2030. Penetapan itu diumumkan dalam penutupan Nusra Youth Day III yang berlangsung di Aula Santo Petrus Ledalero, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 5 Juli 2026.

Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Maksimus Regus, menegaskan kesiapan Keuskupan Labuan Bajo sebagai tuan rumah NYD IV. Keputusan tersebut sebelumnya telah direkomendasikan oleh para Ketua Komisi Kepemudaan se-Regio Nusra-Bali dalam rapat regio yang berlangsung di Ritapiret, Sabtu, 4 Juli 2026, dan telah disepakati oleh para uskup se-Regio Nusra-Bali.

Sebelumnya, Koordinator Komisi Kepemudaan Regio Nusra-Bali, Rm. Dus Bone, juga telah mengumumkan bahwa tuan rumah NYD IV tahun 2030 adalah Keuskupan Labuan Bajo.
Pengumuman itu dilanjutkan dengan penyerahan Salib NYD dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Maumere kepada Keuskupan Labuan Bajo. Salib NYD diserahkan oleh Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Maumere, Rm. Lexi, dan diterima oleh perwakilan OMK dari Keuskupan Labuan Bajo.

Momen penyerahan Salib NYD tersebut menjadi tanda peralihan tongkat estafet pelayanan dan perutusan orang muda Katolik se-Regio Nusra-Bali. Setelah Maumere menjadi tanah perjumpaan NYD III, kini Labuan Bajo dipercaya menjadi ruang perjumpaan berikutnya bagi Orang Muda Katolik pada tahun 2030.

Penutupan NYD III sendiri dipimpin oleh Mgr. Maksimus Regus dalam rangkaian Perayaan Ekaristi yang dihadiri 837 Orang Muda Katolik dari sembilan keuskupan se-Regio Nusra-Bali. Hadir pula Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, Uskup Larantuka Mgr. Hans Manteiro, Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, para Ketua Komisi Kepemudaan, para imam, biarawan-biarawati, serta sejumlah tamu undangan.
Turut hadir dalam kegiatan penutupan itu Gubernur Nusa Tenggara Timur Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, jajaran Forkopimda Kabupaten Sikka, panitia, dan umat.
Dalam homilinya, Mgr. Max mengajak Orang Muda Katolik agar tidak berhenti pada euforia perjumpaan, tetapi berani kembali ke dunia nyata dengan semangat lemah lembut dan rendah hati. Ia menegaskan bahwa orang muda harus tetap berakar dalam iman, bijaksana menggunakan media sosial, serta tidak kehilangan arah di tengah tantangan dunia digital.
Dengan penutupan NYD III di Maumere dan penetapan Keuskupan Labuan Bajo sebagai tuan rumah NYD IV, perjumpaan orang muda Katolik se-Nusra-Bali tidak berhenti sebagai kenangan. Ia menjadi awal perutusan baru untuk membawa semangat persaudaraan, kelembutan Kristus, dan sukacita Injil ke tengah Gereja dan masyarakat.
oleh Yudel Neno