Jumat, 5 Juni 2026
Terbit : Jum, 29 Mei 2026

Ratusan OMK se-Dekenat Belu Utara Lakukan Ziarah Rohani di Paroki Atapupu

Ratusan OMK se-Dekenat Belu Utara Lakukan Ziarah Rohani di Paroki Atapupu

ATAPUPU, KomisiKepemudaanKA.com — Ratusan Orang Muda Katolik atau OMK se-Dekenat Belu Utara menggelar ziarah rohani di Paroki Stella Maris Atapupu, Dekenat Belu Utara, Jumat (29/5/2026). Kegiatan ini telah berlangsung sejak Kamis (28/5/2026) dan diikuti utusan OMK dari 17 paroki di wilayah Dekenat Belu Utara.

Selain para OMK, kegiatan tersebut juga dihadiri para moderator OMK, pengurus Dewan Pastoral Dekenat atau DPD Dekenat Belu Utara, serta sejumlah imam yang mendampingi karya pastoral kaum muda.

Ziarah rohani ini menjadi salah satu kekhasan Dekenat Belu Utara dalam mendampingi OMK. Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan perjumpaan dan doa bersama, tetapi juga seminar yang diarahkan untuk memperkuat kesadaran pastoral, khususnya dalam membangun komitmen kaum muda terhadap kehidupan Gereja dan lingkungan hidup.

Seminar menghadirkan empat narasumber, yakni Deken Belu Utara Rm. Agus Seran Berek, Pr sebagai pembicara utama; Rm. Yudel Neno, Pr dari Komisi Kepemudaan; Ketua DPD Dekenat Belu Utara Vincent Loe; serta Pastor Paroki Atapupu Rm. Goris Dudy, Pr.

Dalam sesi pertama, Rm. Agus Seran Berek, Pr menggarisbawahi pentingnya kerohanian OMK dalam merawat alam. Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan hidup perlu lahir dari kesetiaan iman yang berlangsung dalam kasih. Dalam konteks itu, OMK diajak meneladani Bunda Maria yang setia, rendah hati, dan terbuka pada kehendak Allah.

Sementara itu, Rm. Yudel Neno, Pr dalam materinya mengajak OMK membangun gerakan kesadaran ekologis yang berpijak pada Ajaran Sosial Gereja. Ia menegaskan bahwa kepedulian ekologis bukan sekadar gerakan sosial, melainkan bagian dari panggilan iman orang muda Katolik.

Dalam pemaparannya, Rm. Yudel merujuk pada sejumlah dokumen Gereja, antara lain Ensiklik Laudato Si’ dan Seruan Apostolik Laudate Deum dari Paus Fransiskus. Ia juga memaparkan Laudato Si’ Action Platform sebagai peta praksis bagi tindakan ekologis. Selain itu, ia mengaitkan gerakan ekologis OMK dengan pesan-pesan dalam Christus Vivit, dokumen Gereja tentang orang muda, iman, dan penegasan panggilan hidup, serta dokumen Gereja mengenai etika lingkungan hidup.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD Dekenat Belu Utara Vincent Loe menekankan pentingnya membangun gerakan ekologis melalui semangat 4K, yakni komunikasi, koordinasi, kolaborasi, dan kontrol. Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan hidup membutuhkan kerja bersama yang terarah, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh unsur pastoral di tingkat dekenat maupun paroki.

Sebagai pemungkas, Pastor Paroki Atapupu Rm. Goris Dudy, Pr menempatkan Bunda Maria sebagai tokoh sentral dalam refleksi ekologis OMK. Ia menyebut Maria sebagai Bunda Gereja yang memberi teladan kepedulian, sukacita, dan kerendahan hati. Semangat itu, kata dia, tampak dalam sikap Maria ketika menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel dan menjadi model bagi OMK dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Usai presentasi materi, tanya jawab berlangsung antara para peserta dengan para Narasumber.

Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian seminar. Mereka terlibat aktif dalam proses pendalaman materi, diskusi, dan perumusan komitmen bersama.

Dari seminar tersebut, para peserta menghasilkan sejumlah rekomendasi pastoral bagi OMK se-Dekenat Belu Utara. Inti dari rumusan komitmen itu adalah pentingnya OMK membangun kesadaran dan tindakan ekologis sebagai bagian dari panggilan iman dan tanggung jawab terhadap ciptaan.

Dalam tanggapannya di hadapan para peserta, Rm. Agus Seran Berek, Pr menyampaikan bahwa komitmen yang telah dirumuskan bersama akan disahkan dan diteruskan ke paroki-paroki. Dengan demikian, rumusan tersebut dapat menjadi pedoman bersama dalam pendampingan dan gerakan OMK di tingkat paroki.

Menurut dia, gerakan ekologis OMK perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata, mulai dari lingkungan keluarga, komunitas basis, paroki, hingga masyarakat luas. Kesadaran ekologis tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi mesti menjadi kebiasaan dan gerakan bersama kaum muda Katolik.

Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi di Gua Maria Paroki Stella Maris Atapupu. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Yogar Fallo, Pr, Moderator OMK Paroki Halilulik.

Perayaan tersebut turut dihadiri Deken Belu Utara, Pastor Paroki Atapupu, para romo moderator OMK, pengurus DPD Dekenat Belu Utara, serta utusan OMK dari paroki-paroki di Dekenat Belu Utara.
Ekaristi berlangsung khidmat dalam suasana persaudaraan. Lantunan lagu dari OMK Paroki Halilulik mengiringi perayaan iman tersebut dan menambah kekhusyukan seluruh rangkaian ziarah rohani.

Melalui kegiatan ini, OMK se-Dekenat Belu Utara diharapkan semakin bertumbuh sebagai orang muda yang beriman, solider, peduli terhadap Gereja, dan memiliki tanggung jawab ekologis terhadap lingkungan hidup.

oleh Yudel Neno, Pr

Facebook Comments Box

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua
Kantor pusat Keuskupan Atambua beralamat di Emaus, Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur 85752. Lokasi ini juga merupakan tempat kediaman Uskup Atambua.